Dalam memperlajari klasifikasi senyawa organik, alangkah baiknya untuk mengetahui dahulu apa yg dimaksud dengan senyawa organik. zat yang berasal dari makhluk hidup maka zat tersebut disebut senyawa organik. organik adalah senyawa-senyawa yang dibentuk oleh unsur karbon yang memiliki sifat-sifat fisika dan sifat-sifat kimia yang khas. sedangkan zat yang bukan berasal dari makhluk hidup disebut senyawa anorganik.Fakta penting menunjukan bahwa di dalam senyawa organik selalu terdapat unsur karbon (C). Berdasarkan kenyataan ini, baik untuk senyawa organik yg berasal dari makhluk hidup maupun yg merupakan hasil sintesis di laboratorium, lebih tepat bila disebut senyawa karbon. Penye-butan “senyawa karbon” dihadirkan oleh para ilmuwan untuk menggantikan istilah “senya-wa organik”. Karena senyawa yang dapat dihasilkan oleh mahluk hidup amatlah beragam, maka sejak awal ilmuwan yang menggeluti kimia karbon berusaha menggolongkan senya-wa tersebut secara sistematis, dan merumuskan tatacara penamaan senyawa.
ada sejumlah sifat yang membedakan antara senyawa organik dan anorganik, baik yang menyangkut aspek-aspek fisika maupun kimia, sifat-sifat itulah yang disebut ciri khas senyawa organik.
a. Aspek fisika
– rentangan suhu lebur 30-400 OC
– rentangan titik didih 30-400 OC
– sukar larut dalam air, mudah larut dalam pelarut organik
– warna cerah.
b. Aspek kimia
– mengandung beberapa macam unsur, umumnya C, H, O, dan N,S,P, halogen, dan logam.
– reaksinya berlangsung lambat, non ionik, dan kompleks.
– mempunyai variasi sifat kimia yang banyak.
– fenomena isomeri.
5. Tipe-tipe Reaksi Senyawa Organik
1. Reaksi substitusi
2. Reaksi adisi
3. Reaksi Eliminasi
4. Reaksi penataan ulang ( rearrangement)
5. Reaksi oksidasi reduksi (redoks).
6. Klasifikasi senyawa Organik.
Mengingat jumlah senyawa organik dari yang telah diidentifikasi sedemikian besar-nya, bahkan dari waktu ke wakrtu senantiasa bertambah, maka untuk mempermudah da-lam mempelajarinya perlu adanya klasifikasi. Langkah klasifikasi ini dimungkinkan kare-na kenyataan menunjukkan bahwa terdapat sejumlah senyawa organik yang memperlihat-kan kesamaan dalam hal tertentu. Kesamaan itulah yang memungkinkan senyawa-senyawa tersebut dimasukkan dalam satu kelompok / golongan.
a. Dasar klasifikasi senyawa organik
1. Kerangka atom karbon yang terdapat dalam struktur kimia
2. Jenis unsur-unsur penyusunnya.
3. Gugus fungsi yang dimilikinya.
b. Tiga golongan besar senyawa organik
1. Golongan senyawa alifatik dan alisiklik.
2. Golongan senyawa homosiklik atau karbosiklik (alisiklik dan aromatik)
3. Golongan senyawa heterosiklik.
Untuk memahami keterkaitan antara struktur kimia dan sifat-sifat senyawa organik terlebih dahulu perlu diketahui bahwa dalam pembahasan berikut ini hanya dibatasi pada sifat-sifat fisika, karena untuk membahas sifat-sifat kimia senyawa organik, cara yang ditempuh adalah melalui reaksi-reaksi yang dapat terjadi pada senyawa tersebut.
Ass tutut , imel ingin bertnya , kenapa senyawa organik memiliki sifat kimia:reaksiny berlangsung lambat ionik dan kompleks ?? Terima kasih
BalasHapusSenyawa organik reaksinya terjadi secara molekuler sehingga reaksi berjalan lambat, sedangkan senyawa anorganik reaksinya secara ionik sehingga reaksinya berjalan lebih cepat
HapusAssalamu'alaikum tutut..
BalasHapusdari postingan diatas, anda tidak memberikan contoh apa saja jenis senyawa organik, dapatkah anda memberikan contoh jenis senyawa tersebut?
terima kasih
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusDalam sistem nomenklatur, ada tiga bagian yang penting, yaitu: prefix, parent, dan suffix. Prefix(awalan) merupakan cabang yg terdapat pada rantai/ struktur unsur. Seperti metil, etil, propil. Parent(induk) merupakan cabang atom paling panjang, menggunakan penamaan berdasarkan jumlah karbon(met-, et-, pro-, dll). dan Suffix adalah akhiran(biasanya golongan halogen).
BalasHapusRumus = Awalan(Prefix) + Induk(Parent) + Akhiran(suffix)
Waalaikumsalam reni
BalasHapusBaik reni Organisme terdiri dari senyawa organik, molekul dibangun di sekitar unsur karbon. Makhluk hidup terbuat dari hanya empat kelas senyawa organik: protein, karbohidrat, lipid, dan asam nukleat.
Contoh Senyawa Organik
- Senyawa polar, seperti : methanol, etanol, asam asetat, formaldehida, aseton, dan metilamina.
- Senyawa tidak polar atau kurang polar, seperti : metana, n-heksana, karbon tetraklorida, kloroform, dan difenil eter.
Baik terimkasuh iksan aras tambhannya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAssalamualaikum tutut, saya ingin bertanya, Bagaimana cara pemisahan senyawa organik? Terima kasih
BalasHapus