A. ISOMER NOMENKLATUR


CH2-CH2 =CH2 ( butena)

Isomer mempunyai rumus molekul yang sama tetapi rumus bangunnya berbeda dengan senyawa lurus. Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahfahaman, maka dalam hal tertentu harus dinyatakan rumus bangunnya. Beberapa Tata nama mengenai peraturan untuk pemberian nama senyawa‑senyawa hidrokarbon disebut sebagai isomer nomenklatur.
B. ISOMER STRUKTUR
Isomer struktural adalah rumus kimia yang sama yang memiliki struktur dan sifat yang berbeda didasarkan pada bagaimana konstituen atom mereka diurut.
Contoh : 1) heksana (C6H14).
· CH3-CH2-CH2– CH2-CH2-CH3 heksana
· CH3-CH- CH2- CH2 - CH3
I
CH3
2-metilpentana
2-metilpentana
C. ISOMER POSISI
Isomer posisi adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama tetapi posisi gugus fungsinya berbeda.
Contoh pada alkena dan alkuna, berikut contoh pada alkena
D. isomer geometri
Isomer geometri adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi struktur ruangnya berbeda.
E. Adapun Tata Nama Senyawa Hidrokarbon adalah sebagai berikut :
Alkana , Alkana merupakan senyawa hidrokarbon yang ikatan rantai karbonnya tunggal. Rumus umum alkana adalah CnH2n + 2
Tata nama alkana menurut IUPAC . Alkana rantai lurus diberi nama dengan awalan (n = normal).
Contoh:
CH3-CH2-CH2-CH3 n-butana
CH3-CH2-CH2-CH2-CH3 n-pentana
Contoh:
CH3-CH2-CH2-CH3 n-butana
CH3-CH2-CH2-CH2-CH3 n-pentana
pertanyaan:
Apa yang menyebabkan sudut ikatan pada H-C-H lebih pendek dibandingkan sudut ikatan H-C-C ?
jawab:
Dan ikatan C dengan H lebih pendek dari ikatan tunggal antara C dengan C.
Panjang dan kekuatan suatu ikatan tergantung dari hibridisasi dari atom yang saling berikatan. Semakin besar karakter s dalam orbital yang digunakan atom-atom untuk membentuk ikatan, semakin pendek dan kuat ikatan tersebut.
Panjang dan kekuatan suatu ikatan tergantung dari hibridisasi dari atom yang saling berikatan. Semakin besar karakter s dalam orbital yang digunakan atom-atom untuk membentuk ikatan, semakin pendek dan kuat ikatan tersebut.

